Selasa, 26 Februari 2008

Skl sosiologi 2007/2008

Standard kopetensi kelulusan


  1. Mendeskripsikan Interaksi sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
  2. Menidentifikasi proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian.
  3. Mengidentifikasi berbagai perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam masyarakat.
  4. Menganalisis bentuk-bentuk struktur sosial dan konsekuensinya terhadap konflik dan mobilitas sosial.
  5. Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.
  6. Menjelaskan proses perubahan sosial pada masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan maasyarakat
  7. Menganalisis peran dan fungsi lembaga sosial
  8. Menyusun rancangan dan melakukan penelitian sosial sederhana

Uraian

SKL I

Interaksi sosial

  1. Proses interaksi sosial
  2. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
  3. Bentuk-bentuk Interaksi sosial
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

Nilai dan norma sosial

  1. Jenis-jenis Nilai dan norma sosial
  2. Fungsi nilai dan norma sosial
  3. Keteraturan dan tertib sosial

SKL II

Sosialisasi

  1. Proses sosialisasi
  2. Bentuk-bentuk sosialisasi
  3. Media sosialisasi

Sosialisasi sebagai proses pengenalan nilai dan norma sosial, budaya dalam pembentukan kepribadian

SKL III

Perilaku menyimpang

  1. Terjadinya perilaku menyimpang sebagai akibat sosialisasi tidak sempurna
  2. Berbagai jenis perilaku menyimpang

Pengendalian sosial

  1. Fungsi pengendalian sosial
  2. Sifat dan cara pengendalian sosial
  3. Peran lembaga pengendalian sosial

SKL IV

Stratifikasi sosial

  1. Dasar pelapisan atau stratifikasi sosial
  2. Bentuk-bentuk stratifikasi sosial

Deferensiasi sosial

parameter agama, etnik dan ras, profesi serta gender .

Konflik sosial

  1. Faktor penyebab konflik sosial
  2. Bentuk-bentuk konflik sosial
  3. Upaya membatasi konflik (Bentuk-bentuk Akomudasi)
  4. Pengaruh Interseksi dan konsulidasi terhadap integrasi sosial.

Mobilitas sosial

  1. Faktor penyebab terjadinya mobilitas Sosial
  2. Bentuk-bentuk mobilitas sosial
  3. Saluran mobilitas sosial.

SKL V

Keragaman kelompok sosial meliputi :

  1. Faktor yang mendasari terjadinya kelompok sosial
  2. Bentuk-bentuk kelompok social : Komunitas, kerumunan, dan masyarakat( paguyuban/patembayan)

Analisis terhadap kelompok sosial dalam masyarakat multikultural meliputi :

  1. Ciri-ciri masyarakat multikultural
  2. Sebab terjadinya multikulturalisme perilaku dalam masyrakat multikultural

SKL VI

Perubahan sosial

  1. Proses perubahan sosial
  2. Bentuk perubahan sosial
  3. Faktor penyebab perubahan sosial
  4. Dampak Perubahan sosial meliputi :
    1. Dampak positif ( Globalisasi, Demokratisasi)
    2. Dampak negatif ( Westernisasi, Sekularisme, Konsumerisme, Hendonisme)

SKL VII

Lembaga sosial

  1. Hakekat Lembaga sosial
  2. Tipe-tipe Lembaga sosial
  3. Peran dan fungsi dari :
    > Lembaga Keluarga
    > Lembaga Pendidikan
    > Lembaga Agama
    > Lembaga Hukum
    > Lembaga Ekonomi
    > Lembaga Politik

SKL VIII

Langkah-langkah penelitian sosial

  1. Menyusun rancangan penelitian sosial
  2. Teknik pengumpulan data
  3. Analisis dan Interprestasi hasil penelitian
  4. Fungsi laporan penelitian sosial.

Baca Selengkapnya......

Senin, 21 Januari 2008

Sosiologi

Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Sosiologi merupakan cabang Ilmu Sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sebagai cabang Ilmu, Sosiologi dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, August Comte. Comte kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa Émile Durkheim ( ilmuwan sosial Perancis) yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Pengertian
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa.
Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.
Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.
Tiga tahapan itu adalah :
Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah. Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe
Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Pitirim Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber (semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain. Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial. Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.


Definisi Sosiologi
Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.
Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi

Baca Selengkapnya......
 
Donny Nugroho,S.Sos (2009)